PUK SPAMK FSPMI PT.MUSASHI AUTO PARTS INDONESIA

Thursday, June 08, 2006

CATATAN PERJALANAN RELAWAN JOGJA & KLATEN

JUM’AT, SABTU & AHAD TGL 2,3 & 4 JUNI 2006


Sabtu, 27 Mei 2006 menjadi hari kelabu bagi bangsa Indonesia. Berita mengejutkan tentang bencana gempa yang terjadi pada pagi hari di Jogjakarta dan Klaten menelan ribuan korban jiwa. Belum lagi korban materi yang mencapai triliunan rupiah. Banyak warga trauma dengan kejadian serupa yang dapat terulang kapan saja. Apalagi setelah itu masih muncul gempa gempa susulan dalam skala lebih kecil. Namun cukup membuat ketakutan warga yang masih trauma. Karyawan PT. Musashi yang sebagian karyawannya berasal dari daerah sekitar Jogja dan Klaten secara spontan mengadakan penggalangan dana dan pendataan keluarga karyawan yang juga menjadi korban bencana tersebut. Alhamdulillah, dari aksi spontan tersebut terkumpul dana dari karyawan sebesar Rp.39.345.000,-. Dari dana yang terkumpul kemudian dibagi menjadi sebagian untuk karyawan dan sebagian lagi untuk disalurkan langsung ke Jogjakarta. Dari data yang terkumpul akhirnya bantuan untuk karyawan yang diserahkan di PT.Musashi oleh PUK kepada karyawan lewat leader masing masing. Total bantuan untuk karyawan sebesar Rp.22.400.000,-.

Sesuai meeting pengurus akhirnya disepakati untuk mengirim relawan sebanyak 5 orang yang berangkat ke Jogjakarta dan Klaten pada hari Jum’at sore untuk menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat korban gempa. Mereka yang berangkat adalah bung Danang dan bung Yuli dari perwakilan PUK. Bung Sukarni sebagai wakil DKM. Bung Adi dan Bung Wardoyo perwakilan anggota sekaligus penunjuk jalan ke lokasi bencana.

Jum’at sore sesuai kesepakatan rombongan berangkat dari Musashi pukul 19:00 dilepas oleh pengurus PUK. Begitu keluar tol sadang sekitar pukul 20:00 rombongan istirahat untuk makan malam sekaligus sholat isya’. Setelah dirasa cukup rombongan melanjutkan perjalanan menuju Purworejo. Dalam perjalanan peserta ternyata teler semua. Entah akibat makan malam atau karena tekanan mental untuk suksesnya acara esok hari. Terutama bung Yuli yang terkenal sebagai sijago molor. Setelah sampai di Bumiayu dirasa perlu istirahat sebentar untuk melepas kantuk dan rasa cape’ setelah seharian masih bergelut dengan pekerjaan. Waktu menunjukan pukul 02:00 dinihari. Setelah sekitar setengah jam beristirahat dan minum kopi rombongan meluncur kembali menuju Purworejo. Tapi dasar tukang molor atau memang rasa cape’ yang teramat sangat. Peserta kembali tertidur hingga tanpa terasa pukul 05:00 rombongan telah sampai di Purworejo sebagai kota tujuan awal & pos utama untuk persiapan logistik. Di Purworejo rombongan menuju rumah paman bung Adi untuk istirahat dan tempat persiapan logistik. Pukul 06:40 persiapan dilaksanakan. Bantuan logistik yang telah dibeli kemarin oleh pamannya bung Adi dinaikkan ke atas dua mobil pick up. Baru pada pukul 09:17 setelah sarapan dan lupa mandi pagi rombongan mulai meluncur ke arah Sedayu Bantul. Saat memasuki Dusun Bakal Desa Argodadi Sedayu pada pukul 12:10 mulai terlihat runtuhan rumah rumah akibat gempa. Rombongan diterima oleh ketua RT setempat Bp Sudrirman. Namun di daerah ini hanya sebagian saja rumah yang hancur akibat gempa. Kondisi terlihat banyak rumah yang masih berdiri. Jadi di daerah ini bantuan hanya diturunkan satu pick up. Satu pick up itu dibagi menjadi empat bagian untuk daerah Sdr Wardoyo, Daerah Sdr Jumali, Daerah Sdr Purnomosidi dan daerah Sdr Heri Taufik.

Setelah beramah tamah dengan warga daerah tersebut rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke arah Imogiri Bantul pada pukul 14:05. Sepanjang perjalanan kearah Imogiri reruntuhan rumah mulai terlihat banyak. Banyak komentar yang bermunculan dari peserta rombongan. Mulai dari rasa kasihan kepada korban sampai komentar tentang gadis gadis kampung yang ditemui di perjalanan. Sehingga rombongan terpisah dari rombonga pick up logistik. Waktu menunjukkan pukul 15:41 saat rombongan memasuki daerah Dusun Jetis. Namun bukan dusun ini tujuan rombongan. Karena kurang tahu medan dan karena terbuai dengan pemandangan sekitar, ternyata rombongan nyasar, sehingga harus balik ke perempatan sebelumnya. Karena terpisah akhirnya dilakukan kontak kontakan dengan rombongan logistik yang ternyata rombongan hanya terpisah satu perempatan yang pada akhirnya rombongan peserta bertemu dengan rombongan logistik pukul 16:09. Karena takut ketinggalan dan rasa panik gara gara nyasar rombongan berjalan beriringan menuju Dsn Pringgan Ds Karangtalun Kec. Imogiri Bantul yang dirasa kerusaknnya cukup parah. Saat memasuki Dsn. Pringgan Ds. Karangtalun Kec. Imogiri sekitar pukul 16:20 secara tidak sengaja ketemu kakak dari bung Adi yang punya mertua di daerah tsb. Akhirnya rombongan berhenti di tempat tersebut. Di Dusun ini 7 orang meninggal dunia dan kerusakan cukup parah. Di tempat tersebut telah berdiri 2 tenda pengungsian yang dihuni oleh 160 warga. Di Dusun ini dengan dipandu oleh bapak Sobari, rombongan diajak meninjau rumah rumah warga yang telah rusak. yang terlihat hanya puing puing rumah yang berserakan. Dan juga terlihat anak anak bermain main di sekitar puing dan tenda pengungsian. Di sini rombongan menurunkan setengah pickup bantuan logistiknya untuk disalurkan ke warga dusun tersebut.

Saat rombongan sedang meninjau lokasi dan beramah tamah dengan warga, kembali 3 orang anggota rombongan dari Musashi ditinggal oleh rombongan logistik. Karena tidak tahu lokasi rombongan muter muter daerah tersebut untuk mencari lokasi ke tiga dan berusaha mengejar rombongan pertama. Setelah muter muter sekitar 35 menit rombongan akhirnya dijemput tim logistik dengan menggunakan motor menuju lokasi ke tiga di Dsn Sabrangan Kec.Imogiri Bantul. Saat itu waktu menunjukan pukul 17:22. Dari keterangan warga rumah yang telah ambruk di depan tenda pengungsian menelah korban jiwa 4 orang penghuninya yang masih satu keluarga. Setelah tiga hari terkubur, hanya 2 orang penghuni yang selamat dari reruntuhan rumah tersebut. Di Dusun ini tidak satupun rumah warga yang masih berdiri. Setelah menyalurkan bantuan dan sholat maghrib berjamaah dengan warga sekitar, rombongan melanjutkan perjalanan menuju pesantren Bin Baz di daerah Wonosari. Waktu menunjukkan pukul 18:04. Rombongan sampai di pesantren Bin Baz sekitar pukul 20:00. Di sini rombongan menyalurkan bantuan dari dana sosial DKM PT.Musashi dan titipan dari hasil penarikan dana saat pengajian di PT.Musashi yang penyerahannya diwakili oleh Bpk Sukarni selaku ketua DKM. Sesuai rencana awal rombongan akan bermalam di pesantren tersebut. Namun setelah melihat kondisi yang kurang memungkinkan dan muncul kekhawatiran akan merepotkan pengelola pesantren. Maka diputuskan untuk bermalam di tempat lain. Rombongan meninggalkan pesantren sekitar pukul 20:30 menuju pusat kota Jogjakarta untuk makan malam dan mencari penginapan. Setelah mendapat tempat penginapan rombongan mulai beristirahat kecuali pak Pri driver rombongan dan pak Wardoyo yang berjalan jalan ke Malioboro untuk mencari baju ganti. Sialnya Karena pulang terlalu malam, dua orang peserta tsb terkunci di luar penginapan yang telah dikunci oleh pengelola.

Pagi hari pukul 06:23 setelah mandi untuk pertama kalinya setelah 2 hari belum mandi, Relawan sarapan pagi hanya dengan arem-arem,lemper,risol dan tahu sumedang (ngirit ah...) yang telah dibeli Bpk Sukarni di Pasar Legi sekitar 100 meter dari penginapan di Jalan Patangpuluhan dengan ditemani minuman teh hangat dari pengelola penginapan. Tak disangka ternyata penginapan yang ditempati rombongan sebagian atap loby ikut menjadi korban gempa. Setelah membayar administrasi rombongan mulai melanjutkan perjalanan pukul 07:08 menuju pasar Beringharjo untuk mencari logistik yang akan disalurkan ke daerah Klaten. Saat melewati jalan pasar kembang dan mulai memasuki jalan malioboro tenyata kemacetan lumayan parah. Sesampainya di pasar Beringharjo ternyata pasar masih tutup sehingga diputuskan belanja di pasar lain yang terdapat di arah klaten. Setelah mendapat logistik, pada pukul 08:19 rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju Delanggu Klaten dan di sana rombongan telah ditunggu oleh Sdr Supardi Narso.

Rombongan masuk daerah Delanggu pukul 09:30 dijemput adik Sdr Supardi Narso dengan menggunakan sepeda motor. Sampai rumah orang tua Sdr Supardi Narso pukul 09:55. Rombongan istirahat sejenak dan makan siang. Rumah ini juga tak luput jadi korban bencana gempa. Terlihat beberapa bagian rumah,t erutama di dapur gentengnya pada bolong dan dindingnya retak retak parah. Pada pukul 11:09 rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju pasar Tanjung Juwiring Klaten untuk menambah logistik. Rombongan meninggalkan pasar bersamaan dengan azan dzuhur sekitar pukul 12:02. Rencananya bantuan akan disalurkan ke daerah Gantiwarno yang mengalami kerusakan cukup parah. Ternyata perjalanan ke arah Gantiwarno sangat melelahkan karena jalannya mengalami kemacetan cukup panjang akibat banyaknya mobil bantuan yang sama sama menuju lokasi tersebut ditambah juga mobil dan motor yang pengendaranya ataupun penumpangnya hanya menjadi penonton yang sedang ber-”wisata bencana”. (sungguh ironis.....)

Karena kondisi jalan yang cukup padat dan mengakibatkan kemacetan yang panjang, maka sesekali bung Supardi Narso turun dari mobil untuk melihat kondisi sekitar dan mengintip sembari mencari ujung dari kemacetan tersebut, tapi ternyata tidak terlihat. Waktu sudah menunjukkan jam 14:06 namun rombongan belum sampai ke daerah tujuan, mempertimbangkan hal tersebut maka diputuskan rombongan menuju ke tempat lain di Desa Dengkeng Kec.Wedi Kab. Klaten. Menurut informasi dari sesama sukarelawan yang kami temui di sepanjang perjalanan, lokasi tersebut juga mengalami kerusakan yang cukup parah.

Selama perjalanan menuju Ds. Dengkeng kami melihat sebuah helikopter yang terbang di atas kami dan menuju daerah di atas perbukitan. Akhirnya setelah melewati beberapa perempatan dan kemacetan yang cukup panjang dan melelahkan, pukul 14:40 rombongan tiba di daerah Ds. Dengkeng Kec. Wedi Kab. Klaten. Di desa ini rombongan menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat melalui 2 buah posko yang didirikan oleh masyarakat sekitar. Terlihat warga desa sedang bergotong royong untuk merubuhkan bangunan rumah yang sudah tidak layak huni. Suasana di dapur umum pun terlihat sibuk mempersiapkan konsumsi untuk warga.

Selanjutnya rombongan kembali melanjutkan perjalanan ke daerah Bantul. Di tengah perjalan sekitar pukul 17:10 rombongan mampir di sebuah Pos Polisi untuk sholat zuhur dan ashar langsung di jamak qosor. Rombongan tiba di daerah Dsn. Gedongsari Ds. Wijirejo Kec. Pandak Kab. Bantul pukul 17:59 untuk menyerahkan bantuan berupa susu & makanan bayi serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan. Dari lokasi terakhir ini rombongan langsung meluncur kembali ke Pos Utama di Purworejo. Kami tiba di sana pada pukul 19:15. Di kediaman Pamannya bung Adi kami istirahat untuk melepas lelah dan makan malam sekaligus mandi supaya badan jadi seger. Tapi ada satu orang yang tidak mandi yaitu bung Yuli alias kiting (dasar kepiting eh keriting).

Setelah istirahat dan makan malam rombongan siap-siap untuk kembali pulang ke Cikarang Bekasi. Waktu sudah menunjukkan pukul 21:50 kami pun segera ambil posisi masing-masing dalam kendaraan dan segera cabut. Dalam perjalanan rombongan sempat membeli oleh-oleh ala kadarnya sembari mengisi bensin untuk mobil kijang Musashi B 8187 OI. Pada saat itu beberapa orang team kami baru terbangun dari mimpinya dan waktu sudah pukul 23:40 tapi ternyata kami baru sampai di Bumiayu.

Kami sholat subuh pukul 05:10 di daerah sekitar Cikalong, kemudian langsung melanjutkan perjalanan. Karena perut kami terasa keroncongan maka pukul 06:20 team mampir di sebuah warung di sekitar Cikampek untuk sarapan indomie rebus dan minum kopi. Setelah cukup beristirahat kami langsung berangkat pulang menuju ke rumah masing-masing. Pukul 10:30 seluruh anggota team telah sampai di rumah. Hari senin kami mendapat dispensasi dari Perusahaan sehingga kami pun dapat istirahat di rumah kecuali Pak Priyatno driver yang langsung bertugas di PT. Musashi......




Cikarang, 8 Juni 2006
Koordinator Team Relawan